Fiqh Dasar Juz Tiga

Fiqh Dasar Juz Tiga

Mabadi' Fiqih

Fiqih Dasar

Kitab Kuning

Kitab Pesantren


Tentang kitab Al-Mabadi' Al-Fiqhiyyah

Kitab Al-Mabadi' Al-Fiqhiyah adalah kitab fikih bermadzhab Syafi'i yang disusun oleh Syaikh Umar Yahya Abdul Jabbar. Kitab ini pertama kali ditulis pada bulan Rajab tahun 1353 H/ 1932 M, dan terbagi menjadi empat jilid/juz. Kitab ini berisi tentang seputar ilmu hukum-hukum agama yang mendukung terhadap ibadah sehari-hari, diantaranya adalah: thaharah, shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya.

Kitab Al-Mabadi' Al-Fiqhiyah saat ini tidak hanya di gunakan di pesantren-pesantren salaf, bahkan ada juga yang digunakan di sekolah formal yang biasanya di jadikan sebagai kegiatan ekstra yang dikembangkan menjadi kajian muatan lokal. Penyusunan kitab ini berpedoman pada kemampuan yang sesuai dengan alam Indonesia, juga mengingat apa yang menjadi kegemaran dan kekuatan akal fikiran para pelajar.

Biografi Pengarang Kitab Al-Mabadi' Al-Fiqhiyyah

Dalam sejarah pendidikan Islam, Syaikh Umar Yahya Abdul Jabbar merupakan salah seorang ulama Saudi Arabia yang telah menyusun buku-buku muqarrar berbahasa Arab untuk santri-santri pemula. Umar Abdul Jabbar dilahirkan pada tahun 1320 H di Makkah Al- Mukarramah yang juga menjadi tempatnya tumbuh dan belajar. Pendidikannya ditangani oleh para ulama negeri Tanah Suci di zamannya. Disamping itu, beliau juga masuk ke Madrasah Askariyyah (kemiliteran) dan lulus dari fakultas kemiliteran di masa Syarif Al-Husain. Di usianya yang masih tergolong muda, beliau berpindah ke Indonesia menjadi seorang penulis dan guru agama setelah sebelumnya sebagai seorang yang tumbuh di ketentaraan meski tidak luput dari pelajaran-pelajaran diniyah yang beliau terima dari para ulama di zamannya.

Beliau berguru pada beberapa ulama di Negeri ini, diantara yang beliau jumpai di Makkah adalah Ahmad Al-Khathib, Muhammad Nawawi Banten (mengajarkan kitab tafsirnya yang berjudul Murah Labid), Muhammad Mahfudz Tremes (mengajarkan beberapa kitabnya, seperti: Mauhibah Dzil Fadhl, Al-Kaubah As-Sathi), Uhaid bi Idris, Muhammad Patani, Muhammad Nur Patani, Mukhtar Atharid Batavia dan lainnya. Kemudian beliau juga berguru pada ulama-ulama lain dari penjuru Negeri, diantaranya adalah: Muhammad Ali Al-Maliki, Jamal Al-Maliki, Abbdussattar Ad-Dahlawi As-Salafi, Muhammad Sulaiman Hasbullah, Abdul Hamid Kudus, Yusuf Al-Khayyath, Muhammad Al-Marzuqi, Khalifah An-Nabhani, Abu Bakar Khauqir Al-Hindi As-Salafi, dan sebagainya.

Di Indonesia, beliau termasuk penulis buku-buku muqarrar berbahasa Arab di Madrasah untuk jenjang pemula. Sampai detik ini, kita masih dapat menjumpai sejumlah buku-bukunya yang diajarkan hampir di seluruh Pesantren dan Madrasah Diniyah di Indonesia, termasuk Madrasah tradisional, bahkan juga di Sekolah formal. Misalnya kitab "Khulashah Nurul Yaqin” dalam 2 Juz, "Al-Mabadi' Al-Fiqhiyyah 'ala Madzhab Al- Imam Asy-Syafi'i" dalam 4 juz, “Taqrib Al-Fiqh Asy-Syafi'i”, “Khulashah Itmam Al-Wafa fi Sirah Al-Khulafa”, “Al-Durus min Madhi Al-Ta'lim wa Hadlirih bi Al-Masjidil Al-Haram", dan sebagainya.

Selain itu, beliau juga mempunyai buku kamus biografi yang menghidangkan biografi- biografi sejumlah ulama abad 14. Kamus biografi itu bertajuk “Siyar wa Tarajim Ba'dh Ulamaina fi Al-Qarn Ar-Rabi' Asyar Al-Hijrri”. Dalam buku ini tidak hanya biografi ulama-ulama Timur Tengah saja yang terekam, namun juga ulama Timur Jauh (baca: Nusantara), India, Daghistan, dan lainnya.

Pada 16 Muharram 1391 H/ 1970 M, akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Makkah Al-Mukarramah setelah sekian tahun melawat di Negeri fana ini, beliaupun di makamkan di Ma'la. Semoga Allah merahmati beliau dan menempatkannya di surga-Nya. Aamiin.

Wallahu a'lam bish showab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Son Koi Farm Blitar Selatan

Sunan Bonang dan Kisah-Kisah Mistisnya

The Newest Guide for Snack Vidio