Kitab Rotib Versi Arab Addawami

 

Kitab Rotib Versi Arab Addawami

A. Sejarah Ratib al Haddad


Ratib al Haddad diambil dari nama penyusunnya, yakni al Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad (1055-1132 H.). Dari beberapa doa-doa dan dzikir-dzikir yang beliau susun, Ratib al Haddad inilah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib al Haddad disusun berdasarkan inspirasi, pada malam lailatul Qodar 27 Ramadan 1071 H.

Ratib al Haddad disusun untuk memenuhi permintaan seorang murid beliau bernama Amir dari keluarga Bani Sa’ad yang tinggal di Syibam, salah satu perkampungan di Hadramaut, Yaman. Tujuan Amir meminta Habib Abdullah untuk mengarang Ratib, Agar diadakan suatu wirid dan dzikir di kampungnya, agar mereka dapat mempertahankan dan menyelamatkann diri dari ajaran sesat yang sedang melanda Hadramaut ketika itu.

Pertama-tama, Ratib ini hanya dibaca di kampung Amir sendiri, yaitu Kota Syibam setelah mendapat izin dan ijazah dari al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad sendiri. Selepas itu, Ratib ini pun dibaca di Masjid al Hawi milik beliau yang berada di kota Tarim. Biasanya Ratib ini dibaca secara berjamaah setelah shalat ‘isya’.

Pada bulan Ramadan, ratib ini dibaca sebelum shalat Isya untuk mengisi kesempitan waktu menunaikan shalat Tarawih. Ini adalah waktu yang telah ditentukan oleh al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad untuk daerah-daerah yang mengamalkan Ratib ini. Biidznillah, daerah-daerah yang mengamalkan ratib ini selamat dan tidak terpengaruh dari kesesatan tersebut.

Setelah al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah Haji, Ratib al Haddad mulai dibaca di Mekkah dan Madinah. Al Habib Ahmad bin Zain al Habsyi berkata, “Barang siapa yang membaca Ratib al Haddad dengan penuh keyakinan dan iman, ia akan mendapat sesuatu yang di luar dugaannya”.

Setiap ayat, doa, dan nama Allah yang disebutkan di dalam ratib ini diambil dari bacaan Al Quran dan Hadis Rasul SAW. bilangan bacaan di setiap doa dibuat sebanyak tiga kali, karena itu adalah bilangan ganjil (witir). Semua ini berdasarkan arahan dari al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad sendiri.


B. Fadilah dan Kegunaan Ratib al Haddad


Cerita-cerita yang dikumpulkan mengenai kelebihan Ratib Al-Haddad banyak tercatat dalam buku Syarah Ratib Al-Haddad, antaranya:

Telah berkata Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Jufri yang bertempat tinggal di Seiwun (Hadhramaut): “Pada suatu masa kami serombongan sedang menuju ke Makkah untuk menunaikan Haji, bahtera kami terkandas tidak dapat meneruskan perjalanannya kerana tidak ada angin yang menolaknya. Maka kami berlabuh di sebuah pantai, lalu kami isikan gerbah-gerbah (tempat isi air terbuat dari kulit) kami dengan air, dan kami pun berangkat berjalan kaki siang dan malam, kerana kami bimbang akan ketinggalan Haji. Di suatu perhentian, kami cuba meminum air dalam gerbah itu dan kami dapati airnya payau dan masin, lalu kami buangkan air itu. Kami duduk tidak tahu apa yang mesti hendak dibuat.

Maka saya anjurkan rombongan kami itu untuk membaca Ratib Haddad ini, mudah-mudahan Allah akan memberikan kelapangan dari perkara yang kami hadapi itu. Belum sempat kami habis membacanya, tiba-tiba kami lihat dari kejauhan sekumpulan orang yang sedang menunggang unta menuju ke tempat kami, kami bergembira sekali. Tetapi bila mereka mendekati kami, kami dapati mereka itu perompak-perompak yang kerap merampas harta-benda orang yang lalu-lalang di situ. Namun rupanya Allah Ta’ala telah melembutkan hati mereka bila mereka dapati kami terkandas di situ, lalu mereka memberi kami minum dan mengajak kami menunggang unta mereka untuk disampaikan kami ke tempat sekumpulan kaum Syarif* tanpa diganggu kami sama sekali, dan dari situ kami pun berangkat lagi menuju ke Haji, syukurlah atas bantuan Alloh SWT karena berkat membaca Ratib ini.

Cerita ini pula diberitakan oleh seorang yang mencintai keturunan Sayyid, katanya: “Sekali peristiwa saya berangkat dari negeri Ahsa’i menuju ke Hufuf. Di perjalanan itu saya terlihat kaum Badwi yang biasanya merampas hak orang yang melintasi perjalanan itu. Saya pun berhenti dan duduk, di mana tempat itu pula saya gariskan tanahnya mengelilingiku dan saya duduk di tengah-tengahnya membaca Ratib ini. Dengan kuasa Alloh mereka telah berlalu di hadapanku seperti orang yang tidak menampakku, sedang aku memandang mereka.”

Begitu juga pernah berlaku semacam itu kepada seorang alim yang mulia, namanya Hasan bin Harun ketika dia keluar bersama-sama teman-temannya dari negerinya di sudut Oman menuju ke Hadhramaut. Di perjalanan mereka dibajak oleh gerombolan perompak, maka dia menyuruh orang-orang yang bersama-samanya membaca Ratib ini. Alhamdulillah, gerombolan perompak itu tidak mengapa-apakan siapapun, malah mereka berlalu dengan tidak mengganggu.

Apa yang diberitakan oleh seorang Arif Billah Abdul Wahid bin Subait Az-Zarafi, katanya: Ada seorang penguasa yang ganas yang dikenal dengan nama Tahmas yang juga dikenal dengan nama Nadir Syah. Tahmas ini adalah seorang penguasa ajam yang telah menguasai banyak dari negeri-negeri di sekitarannya. Dia telah menyediakan tentaranya untuk memerangi negeri Aughan.

Sultan Aughan yang bernama Sulaiman mengutus orang kepada Imam Habib Abdullah Haddad memberitahunya, bahwa Tahmas sedang menyiapkan tentera untuk menyerangnya. Maka Habib Abdullah Haddad mengirim Ratib ini dan menyuruh Sultan Sulaiman dan rakyatnya membacanya. Sultan Sulaiman pun mengamalkan bacaan Ratib ini dan memerintahkan tenteranya dan sekalian rakyatnya untuk membaca Ratib i ini dengan bertitah: “Kita tidak akan dapat dikuasai Tahmas kerana kita ada benteng yang kuat, iaitu Ratib Haddad ini.” Benarlah apa yang dikatakan Sultan Sulaiman itu, bahwa negerinya terlepas dari penyerangan Tahmas dan terselamat dari angkara penguasa yang ganas itu dengan sebab berkat Ratib Haddad ini.

Saudara penulis Syarah Ratib Al-Haddad ini yang bernama Abdullah bin Ahmad juga pernah mengalami peristiwa yang sama, yaitu ketika dia berangkat dari negeri Syiher menuju ke bandar Syugrah dengan kapal, tiba-tiba angin macet tiada bertiup lagi, lalu kapal itu pun terkandas tidak bergerak lagi. Agak lama kami menunggu namun tidak berhasil juga. Maka saya mengajak rekan-rekan membaca Ratib ini , maka tidak berapa lama datang angin membawa kapal kami ke tujuannya dengan selamat dengan berkah membaca Ratib ini.

Suatu pengalaman lagi dari Sayyid Awadh Barakat Asy-Syathiri Ba’alawi ketika dia belayar dengan kapal, lalu kapal itu telah tersesat jalan sehingga membawanya terkandas di pinggir sebuah batu karang. Ketika itu angin juga macet tidak dapat menggerakkan kapal itu keluar dari bahayanya. Kami sekalian merasa bimbang, lalu kami membaca Ratib ini dengan niat Alloh akan menyelamatkan kami. Maka dengan kuasa Alloh SWT datanglah angin dan menarik kami keluar dari tempat itu menuju ke tempat tujuan kami.

Maka kerana itu saya amalkan membaca Ratib ini. Pada suatu malam saya tertidur sebelum membacanya, lalu saya bermimpi Habib Abdullah Haddad datang mengingatkanku supaya membaca Ratib ini, dan saya pun tersadar dari tidur dan terus membaca Ratib Haddad itu.

Di antaranya lagi apa yang diceritakan oleh Syeikh Allamah Sufi murid Ahmad Asy-Syajjar, iaitu Muhammad bin Rumi Al-Hijazi, dia berkata: “Saya bermimpi seolah-olah saya berada di hadapan Habib Abdullah Haddad, penyusun Ratib ini. Tiba-tiba datang seorang lelaki memohon sesuatu daripada Habib Abdullah Haddad, maka dia telah memberiku semacam rantai dan sayapun memberikannya kepada orang itu.

Pada hari besoknya, datang kepadaku seorang lelaki dan meminta daripadaku ijazah (kebenaran guru) untuk membaca Ratib Haddad ini, sebagaimana yang diijazahkan kepadaku oleh guruku Ahmad Asy-Syajjar. Aku pun memberitahu orang itu tentang mimpiku semalam, yakni ketika saya berada di majlis Habib Abdullah Haddad, lalu ada seorang yang datang kepadanya. Kalau begitu, kataku, engkaulah orang itu.”

Dari kebiasaan Syeikh Al-Hijazi ini, dia selalu membaca Ratib Haddad ketika saat ketakutan baik di siang hari mahupun malamnya, dan memang jika dapat dibaca pada kedua-dua masa itulah yang paling utama, sebagaimana yang dipesan oleh penyusun Ratib ini sendiri.

Ada seorang dari kota Quds (Syam) sesudah dihayatinya sendiri tentang banyak kelebihan membaca Ratib ini, dia lalu membuat suatu ruang di sudut rumahnya yang dinamakan Tempat Baca Ratib, di mana dikumpulkan orang untuk mengamalkan bacaan Ratib ini di situ pada waktu siang dan malam.

Di antaranya lagi, apa yang diberitakan oleh Sayyid Ali bin Hassan, penduduk Mirbath, katanya: “Sekali peristiwa aku tertidur sebelum aku membaca Ratib, aku lalu bermimpi datang kepadaku seorang Malaikat mengatakan kepadaku: “Setiap malam kami para Malaikat berkhidmat buatmu begini dan begitu dari bermacam-macam kebaikan, tetapi pada malam ini kami tidak membuat apa-apa pun karena engkau tidak membaca Ratib. Aku terus terjaga dari tidur lalu membaca Ratib Haddad itu dengan serta-merta.

Setengah kaum Sayyid bercerita tentang pengalamannya: “Jika aku tertidur ketika aku membaca Ratib sebelum aku menghabiskan bacaannya, aku bermimpi melihat berbagai-bagai hal yang mengherankan, tetapi jika sudah menghabiskan bacaannya, tidak bermimpi apa-apa pun.”

Di antara yang diberitakan lagi, bahawa seorang pecinta kaum Sayyid, Muhammad bin Ibrahim bin Muhammad Mughairiban yang tinggal di negeri Shai’ar, dia bercerita: “Dari adat kebiasaan Sidi Habib Zainul Abidin bin Ali bin Sidi Abdullah Haddad yang selalu aku berkhidmat kepadanya tidak pernah sekalipun meninggalkan bacaan Ratib ini. Tiba-tiba suatu malam kami tertidur pada awal waktu Isya’, kami tidak membaca Ratib dan tidak bersembahyang Isya’, semua orang termasuk Sidi Habib Zainul Abidin. Kami tidak sedarkan diri melainkan di waktu pagi, di mana kami dapati sebagian rumah kami terbakar.

Kini tahulah kami bahwa semua itu berlaku karena tidak membaca Ratib ini. Sebab itu kemudian kami tidak pernah meninggalkan bacaannya lagi, dan apabila sudah membacanya kami merasa tenteram, tiada sesuatupun yang akan membahayakan kami, dan kami tidak bimbang lagi terhadap rumah kami, meskipun ia terbuat dari dedaunan korma, dan bila kami tidak membacanya, hati kami tidak tenteram dan selalu kebimbangan.”

Saya rasa cukup dengan beberapa cerita yang saya sampaikan di sini mengenai kelebihan Ratib ini dan anda sendiri dapat meneliti , sehingga Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait sendiri pernah mengatakan dalam bukunya Ghayatul Qasd Wal Murad, bahawa roh Saiyidina penyusun Ratib ini akan hadir apabila dibaca Ratib ini, dan di sana ada lagi rahasia-rahasia kebatinan yang lain yang dapat dicapai ketika membacanya dan ini adalah mujarab dan benar-benar mujarab, tidak perlu diragukan lagi.

Berkata Habib Alwi bin Ahmad, penulis Syarah Ratib Al-Haddad: “Siapa yang melarang orang membaca Ratib ini dan juga wirid-wirid para salihin, niscaya dia akan ditimpa bencana yang berat daripada Allah Ta’ala, dan hal ini pernah berlaku dan bukan omong-omong kosong.”

Berkata Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait Ba’alawi di dalam kitabnya Ghayatul Qasd Wal Murad: Telah berkata Saiyidina Habib Abdullah Haddad: “Siapa yang menentang atau membangkang orang yang membaca Ratib kami ini dengan secara terang-terangan atau disembunyikan pembangkangannya itu akan mendapat bencana seperti yang ditimpa ke atas orang-orang yang membelakangi zikir dan wirid atau yang lalai hati mereka dari berzikir kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatiKu, maka baginya akan ditakdirkan hidup yang sempit.” ( Thaha: 124 )

Allah berfirman lagi: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingati Tuhan Pemurah, Kami balakan baginya syaitan yang diambilnya menjadi teman.” ( Az-Zukhruf: 36 )

Allah berfirman lagi: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingai Tuhannya, Kami akan menurukannya kepada siksa yang menyesakkan nafas.” ( Al-Jin: 17)

سلسل ݤونوع جاتي

بِسْمِ اللهِ الرحمنِ الرحِيمِ

الي حضرة النبي المصطفي سيدنا ومولانا محمد صلي الله عليه وسلم وعلى أله واصحابه وازواجه وذرياته واهل بيته واتباعه شئ لله لهم الفاتحة .......

والى ارواح سادتنا ابي بكر وعمر وعثمان وعلى وطلحة وسعد وسعيد وعبد الرحمن بن عوف وابى عبيدة عامر بن الجراح والزبير بن العوام واصولهم وفروعهم واهل بيتهم شئ لله لهم الفاتحة ........

ثم إلى أرواح الأربعة الأئمة المجتهدين ومقلديهم في الدين والعلماء العاملين والفقهاء والمحدثين والقراء والمفسرين والسادات الصوفية المحققين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الدين شئ لله لهم الفاتحه .......

و إلى أرواح ساداتنا أهل المعلى والشبيكة والبقيع واموات الموءمنين والموءمنات والمسلمين والمسلمات كافة من مشارق الأرض إلى مغربها فى برها وبحرها من يمينها إلى شمالها شئ لله لهم الفاتحة ......

و إلى أرواح جميع أولياء الله تعلى من مشارق الأرض إلى مغاربها فى برها وبحرها من يمينها إلى شمالها خصوصا إلى حضرة سيدنا ومولنا سلطان الأولياء  الشيخ محي الدين عبد القادر الجيلانى وسيدى الشيخ أبى القاسم الجنيد البغدادى وسيدى الشيخ أحمد البدوى  وسيدى الشيخ أحمد الرفاعى وسيدى الشيخ جعفر الصادق وسيدى الشيخ أبي يزيد البسطامى وسيدى يوسف الهمدانى  وسيدى أبى الحسن الحرقانى وسيدى معروف الكرخى وسيدى سر السقطى وحبيب العجمى وطائفة الصوفية وأصولهم وفرعهم وأهل سلسلتهم والأخذين منهم شئ لله لهم الفاتحة .......

ثم إلى حضرة سيدنا ومولنا سلطان الأولياء الشيخ شريف هداية الله سلطان المحمود وإلى روح سيدتنا شريفة مدائم وسيدتنا پاهى مَسْ فَنَتَاݤام  فسمبعن وإلى روح سيدنا ومولنا فعران ݘكرا بوانا وإلى روح الشيخ مرشهدة الله خصوصا إلى روح سيدنا ومولنا الشيخ ذات الكهف وإلى روح الشيخ بيان الله و إلى روح أدفاتى كليع و إلى روح جميع الأولياء والسلاطين وأهل القبور الذين يقبرون فى ݤنوع سمبوع وݤونوع جاتى وأوصولهم وفروعهم وأهل سلسلتهم والآخذين منهم أغثنا بإذن الله تعلى وبكراماتهم نسئلك البركة والشفاعة والكرامة والإجازة والسلامة شئ لله لهم الفاتحة ......

وإلى أرواح آباءنا وأمهاتنا وأزواجنا وأولادنا وإخواننا وأجدادنا وجداتنا ومشائخنا وجميع الموءمنين والمومنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات شئ لله الفتحة ......

نويت الذكر تقربا إلى الله فاعلم أنه :

لآإله إلا الله {............} برافا سجا

لآإله إلا الله لآإله إلا الله { ۳ مرات}

لآإله إلا الله سيدنا محمد رسول الله.

اللهم صل على سيدنا محمد . اللهم صل عليه وسلم {۲ مرات}

اللهم صل على سيدنا محمد . ياربى صل عليه وسلم.

سبحان الله وبحمده {......} برافا كالى سجا

اللهم صل على حبيبك سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم {۲ مرات}

اللهم صل على حبيبك سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وبارك وسلم

لآإله إلا الله والله أكبر

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ {١} اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ {٢} لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ {٣} وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ {٤} ٧ مرات.

لآإله إلا الله والله أكبر

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ {١} مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ {٢}  وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ {٣} وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ {٤} وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ {٥}

لآإله إلا الله والله أكبر

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ { ١} مَلِكِ النَّاسِۙ { ٢} اِلٰهِ النَّاسِۙ  {٣} مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ {٤ } الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ {٥} مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس {٦}

لآإله إلا الله والله أكبر

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ {٢}  الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ  {٣} مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ {٤} اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ {٥} اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ {٦} صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضالين {٧}


أعوذ بالله من الشيطان الىجيم . بسم الله الرحمن الرحيم. الۤمّۤ ۚ {١} ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ{٢} الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ {٣} وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هم يُوقنون {٤} اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ{٥} وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ {١٦٣} ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا لَّذى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ .

أستغفرالله العظيم {٣ مرات} الذي لآإله إلاهو الحي لاقيوم وأتوب إليه.

راتب الحداد

بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله رب العالمين. الرحمن الرحيم. ملك يوم الدين. إياك نعبد وإياك نستعين. إهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين. 

الله لآإله إلا هو الحى القيوم، لاتأخذه سنة ولا نوم، له ما في السموات وما في الأرض، من ذالذي يشفع عنده إلا بإذنه، يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ولا يحيطون بشئ من علمه إلا بما شاء، وسع كرسيه السموت والأرض، ولا يوءده حفظهما، وهو العلي العظيم.

أمن الرسول بمآ أنزل إليه من ربه والموءمنون، كل أمن بالله وملآئكته وكتبه وروسوله، لانفرق بين أحدمن رسله، وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير. لا يكلف الله نفسا إلا وسعها، لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت، ربنا لا توءاخذنآ إن نسينآ أو أخطأنا، ربنا ولا تحمل علينآإصرا كما حملته على الذين من قبلنا، ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به. واعف عنا، واغفرلنا، وارحمنا، أنت مولنا فانصرنا على القوم الكافرين.

لآإله الا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير {٣ مرات}

سبحان الله والحمدلله ولا إله إلا الله والله أكبر {٣ مرات}

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم {٣ مرات}

رب اغفرلنا وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم {٣ مرات}

اللهم صل على محمد اللهم صل عليه وسلم {٣ مرات}

أعوذ بكلمات الله التآمات من شرما خلق {٣ مرات}

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شئ فى الأرض ولا في السمآء وهو السميع العليم {٣ مرات}

رضين بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا ورسولا {٣ مرات}

بسم الله والحمد لله والخير والشر بمشيئة الله {٣ مرات}

أمنا بالله واليوم الآخر تبنا إلى الله باطنا وظاهرا {٣ مرات}

يا ربنا واعف عنا وامح الذى كان منا يا ذالجلال والإكرام أمتنا على دين الإسلام {٣ مرات}

يا قوى يا متين إكف شر الظالمين {٣ مرات}

أصلح الله أمور المسلمين صرف الله شر الموءذين {٣ مرات}

يا على يا كبير يا عليم يا قدير يا سميع يا بصير يا لطيف يا خبير {٣ مرات}

يا فارج الهم يا كاشف الغم يا من لعبده يغفر ويرحم {٣ مرات}

أستغفر الله رب البرايا أستغفر الله من الخطايا {٧ مرات}

لآإله إلا الله لآإله إلا الله {٥ أو ٥٢ مرات}

لآ إله إلا الله محمد رسول الله صلى عليه وسلم وشرف وكرم ومجد وعظم ورضى الله تعلى عن أهل بيته الطيبين الطاهرين وأصحابه الاكرمين وأزواجه الطاهرات أمهات الموءمنين والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وعلينا معهم وفيهم برحمتك يآارحم الرحمين.

بسمالله الرحمن الرحيم

قل هو الله أحد. الله الصمد. لم يلد ولم يولد. ولم يكن له كفوا أحد. {٣ مرات}

بسم الله الرحمن الرحيم

قل أعوذبرب الفلق. من شرما خلق. ومن شر غاسق إذا وقب. ومن شر النفثت فى العقد. ومن شر حاسد إذا حسد.

بسم الله الرحمن الرحيم

قل أعوذ برب الناس. ملك الناس. إله الناس. من شرالوسواس الخناس. الذي يوسوس فى صدور الناس. من الجنة والناس.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين. الرحمن الرحيم. ملك يوم الدين. إياك نعبد وإياك نستعين. إهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين. 

١. لسيدنا الفقيه المقدم محمد بن على با علوى وأصوله وفروعه وجميع السادة آل باعلوى، الفاتحة ...........

٢. لجميع السادة الصوفية أينما كانو  الفاتحة ......

٣. لصاحب الراتب سيدنا الحبيب عبد الله بن علوى الحداد باعلوى الفاتحة ....

اللهم إنا نسئلك رضاك والجنة ونعود بك من سخطك والنار.

دعاء سلسل

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا وحبيبنا وشفيعنا وكريمنا وذخرنا ومولانا محمد. وسلم ورضى الله تبارك وتعلى عن ساداتنا أصحاب سيدنا رسول الله أجمعين. الحمد لله رب العالمين. حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك. اللهم اجعل وأوصل وتقبل ثواب ما قرأناه فى هذا المجلس من القرآن العظيم وقول لآإله إلا الله وما سبحناه وما حمدناه وما استغفرناه وما صليناه على سيدنا ومولانا محمد صلى الله عليه وسلم هدية وسيلة ورحمة نازلة وبركة شاملة إلى حضرة سيدنا ومولنا محمد صلى الله عليه وسلم، ثم إلى أرواح أوصوله وفرعه وآله وصحبه أحمعين. ثم إلى أرواح الأنبياء والمرسلين، ثم إلى أرواح جميع الأولياء من مشارق الأرض إلى مغاربها خصوصا إلى روح سيدى قطب الكامل الشيخ عبد القادر الجيلانى وأصوله وفروعه، و إلى روح سيدى الشيخ إبى القاسم جنيد البغدادى وأصوله وفروعه، وإلى روح سلطان المحمودالشيخ شريف هداية الله وإلى روح سيدتنا شريفة مدائم وسيدتنا پاهى مس فنتاڮام فسمبݞن وإلى روح فݞيران ݘكرا بوانا والشيخ مرشهدة الله وخصوصا إلى روح الشيخ ذات الكهف والشيخ بيان الله، وإلى روح أديفاتى كليݞ وأصولهم وفروعهم، وإلى أرواح آباءنا وأمهاتنا وأجدادنا وجداتنا وأولادنا وإخواننا وعشيرتنا وجميع المسلمين والمسلمات. اللهم اجعله حجبا لهم من النار وفداء لهم من النار وسترا لهم من النار وفكاكا لهم من النار وعتقا لهم من النار وبراءة لهم من النار ونجاة لهم من النار وأمنا لهم من النار ببركة قراءتنا. اللهم أنزل الرحمة والرضوان علينا وعلى أهل القبور من المسلمين والمسلمات والموءمنين والموءمنات الأحيآء منهم والأموات وارفع لهم الدرجات وضعف لهم الحسنات وكفر عنهم السيئات وأدخلهم الجنة مع الأولياء والشهدآء والصالحين. يآأيتها النفس المطمئنة إرجعى إلى ربك راضية مرضية فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى. إن الله وملئكته يصلون على النبى يآأيها الذين آمنو صلوا عليه وسلموا تسليما وآخر دعواهم أن الحمد لله رب العالمين. اللهم إنا كنا نتوسل إليك بجاه سيدنا ومولنا محمد صلى الله عليه وسلم وآله وأصحابه وأزواجه وذرياته وأهل بيته. وبحرمة الشيخ عبد القادر الجيلانى وبحرمة الشيخ شريف هداية الله وبحرمة شريفة مدائم و پاهى مس فنتاڮام فسمبݞن وبحرمة فݞيران ݘكرا بوانا والشيخ مرشهدة الله والشيخ ذات الكهف والشيخ بيان الله وبحرمة أديفاتى كليݞ وجميع الأوليآء والسلاطين وأهل القبور من المسلمين والمسلمات والموءمنين والموءمنات فاستجب دعاءنا ودعاء سلطاننا وصلى الله على خير خلقه سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. سبحان ربك رب العزة عما يصفون. وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين. آمين.      



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cash For Apps Guide

Kisah Mistis Nyata

Total Battle - Beginner's Tips and Tricks Guide